Hukum & Kriminal

Dugaan korupsi dana BOS kepala SMP N 3 Panyabungan makin nyata.

Wartapoldasu.id-  Kepala sekolah SMP 3 Panyabungan Menurut Pantaun Awak media semakin kuat dugaan praktek korupsi, dan dugaan penyelewengan dana BOS di salah satu sekolah tersebut.

setelah pemberitaan media wartapoldasu 28 mei 2024 yang lalu tentang dugaan penyelewengan dana BOS, kini tim media menyoroti anggaran penggunaan dana bos pada item pemeliharaan sarana prasarana serta perpustakaan.

Pantauan Wartapoldasu pada senin 3 Juni 2004 di SMP negeri 3 Panyabungan pada ruangan belajar murid serta di ruang perpustakaan. Dari dana yang dianggarkan untuk pemeliharaan sarana prasarana di setiap tahun lumayan besar tapi tidak berbanding lurus dengan keadaan meja dan kursi di sekolah tersebut.

Meja serta kursi banyak yang sudah tidak layak pakai mejanya pada bolong serta kursinya terbuat dari plastik, bangku plastik dapat menyebabkan murid ataupun siswa mudah terjatuh. Setiap pembelian inventaris meja dan kursi tidak dibuat tahun pembelian, media ini juga tidak menemukan tahun pembelian kursi dan meja di ruang kelas anak-anak belajar.

melihat kondisi ruangan perpustakaan di sekolah tersebut hal yang mengejutkan adalah buku-buku yang dibeli di setiap tahunnya tidak dilengkapi dengan label tahun pembelian, berapa jumlah buku yang dibeli juga tidak di ketahui.di tanya pada salah satu guru yang jaga perpustakaan gurunya pun tidak tahu berapa jumlah buku yang di beli tiap tahunnya, Kuat dugaan di dua item tersebut kepala sekolah SMP N 3 Panyabungan telah membuat laporan ataupun spj bodong serta penggelembungan dana di setiap tahun anggaran.

Kepala SMP N 3 Panyabungan setiap didatangi tim dari media selalu menghindar, Surat konfirmasi yang dilayangkan pada kepala SMP N 3 Panyabungan pada tanggal 12 Januari 2024 sampai sekarang belum juga ada jawaban, Surat konfirmasi adalah tentang penggunaan rincian dana BOS dari tahun 2021 sampai 2023.

Untuk memenuhi standar kode etik jurnalis tim media ini setiap berkunjung ke sekolah SMP N 3 Panyabungan terlebih dahulu mengisi buku tamu pada meja piket setelah itu baru menanyakan keberadaan kepala sekolah. Berulang kali media ini berkunjung ke sekolah tersebut namun berulang kali pula gagal menemui Kepala sekolah untuk menanyakan surat konfirmasi dan klarifikasi yang pernah di layangkan kepada kepala sekolah SMP N 3 Panyabungan.

 

Di sisi lain Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 5 Februari 2020 telah membuat pedoman tata cara pengelolaan dan pelaporan dana BOS reguler tahun 2020 disertakan menjadi lampiran.

Permendikbud 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler yang berbunyi:

 

“”Sekolah harus mempublikasikan semua pelaporan baik penerimaan dan penggunaan dana BOS reguler kepada masyarakat secara terbuka dokumen yang harus dipublikasikan yaitu Dana Bos reguler berdasarkan komponen pembiayaan.”

 

Dari Permendikbud 8 tahun 2020 di atas maka Kepala SMP negeri 3 Panyabungan telah melanggar undang-undang keterbukaan informasi publik nomor 14 tahun 2028.

Papan rincian tentang penggunaan dana BOS di sekolah tersebut sengaja tidak dibuat oleh Kepala sekolah SMP negeri 3 supaya guru dan orang tua murid tidak mengetahui besaran dana BOS yang diterima sekolah tersebut dan penggunanya juga tidak diketahui para wali murid.

Papan informasi tentang penggunaan rincian dana BOS sengaja tidak dibuat supaya mudah untuk diselewengkan dan tidak ada kontrol dari masyarakat.

Dalam waktu dekat tim dari media ini akan mendatangi dan meminta jawaban dari kepala sekolah SMP N 3 Panyabungan sebagai pengguna dan penerima dana BOS di setiap tahun.

Sampai berita ini ditayangkan papan informasi tentang rincian penggunaan dana BOS di sekolah tersebut tidak ditemukan, dengan tidak dijawabnya surat konfirmasi dari media ini kemudian selalu menghindar dari wartawan sehingga memperkuat dugaan adanya praktek korupsi dan penyelewengan dana BOS di SMP N 3 Panyabungan.

 

Pantauan Wartapoldasu di ruangan kelas dan ruangan perpustakaan menambah kecurigaan penyelewengan dana BOS di SMP N 3 Panyabungan, karena meja dan kursi sudah tidak layak pakai kemudian pembelian buku-buku di perpustakaan tidak dilengkapi dengan jumlah ataupun pembelian buku di setiap tahun sehingga tidak diketahui berapa banyak buku yang di miliki dan berapa jumlah buku yang dibeli setiap tahunnya untuk peruntukan dan kelengkapan buku-buku di perpustakaan.

 

Kepala sekolah SMP N 3 Panyabungan selalu menghindar dari Wartawan dan Tidak ada niat baik untuk menjawab surat konfirmasi dari media, atau menjelaskan secara lisan pada Wartawan.

 

Dengan bukti-bukti yang ada dan fakta-fakta yang dikumpulkan media ini, Pihak Dinas Pendidikan Madina dan Inspektorat Madina agar Memeriksa dan Audit terhadap kepala SMP N 3 atas Dugaan penyelewengan Dana BOS di sekolah tersebut. (AM nas)

 

 

  • Editor : N gulo

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *