Hukum & Kriminal

KEJARI MEDAN DIMINTA UNTUK LEBIH PROFESIONAL TERIMA BERKAS DUGAAN SINDIKAT JUDI ONLINE YANG DILAPORKAN KE POLRESTABES MEDAN

 

Medan|Wartapoldasu.id- Kepala Kejaksaan Negeri Medan Muttaqin Harahap, diminta untuk Agar Lebih profesional dan Berhati – hati Dalam menerima berkas pengaduan oknum sindikat judi online yang sedang, diproses di Kepolisian Polresta Medan.

Pasalnya, oknum terduga sindikat judi online ini berinsial RO, FR dan WF (DPO) merasa menjadi korban.

Arlius Zebua S.H, M.H, kuasa hukum dari dua tersangka Rudi alias Ahi dan David Angdreas alias Awi kepada Awak media, Jumat 29 Juni 2024 menyampaikan, penetapan tersangka terhadap Rudi alias Ahi dan David alias Awi atas laporan RO jelas menyalahi prosedural, dimana RO merupakan oknum terduga sindikat judi online.

Pada tanggal 24 Juni 2021 Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap istri RO atau pelapor atas nama Fransisca.

Namun di Polrestabes Medan, RO malah mengadukan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Rudi dan David.

Padahal sebelumnya, Fransisca telah ditangkap karena dugaan melakukan tindak pidana pencucian uang, dan tindak pidana ITE, dan judi online, sehingga perkara ini harus benar hati – hati Untuk diterima oleh kejaksaan,” Ujar Arlius Zebua. 

Tambahnya, saat istri RO bernama Fransisca ditangkap di Polda Metro Jaya, maka kliennya yang sudah menjadi tersangka Rudi alias Ahi dan David Angdreas alias Awi yang membantu mengurusnya di Polda Metro Jaya.

“RO yang meminta tolong kepada klien saya untuk mencari orang yang bisa melobi atau bahkan menyuap agar kasus istrinya Fransisca dapat diurus dan dibebaskan atau diringankan oleh Penyidik Polda Metro Jaya, Bahkan biaya untuk melobi dan menyuap disiapkan Romeo hingga sanggup 500 ratus juta rupiah,” tegas Zebua.

Lalu atas kesepakatan itu untuk melakukan tindakan penyuapan kepada Penyidik Polda Metro Jaya, RO pun mengirimkan dana sebesar 500 juta rupiah kepada Rudi alias Ahi dan David alias Awi.

Oleh karena itu, diminta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Medan agar kasus ini perlu ada kehati-hatian dalam penanganannya agar tidak berpotensi melakukan pelanggaran.

penerapan pasal dalam peristiwa perkara ini, yang mana peristiwa dalam perkara ini bukan unsur pidana penipuan atau penggelapan melainkan suap dan gratifikasi yaitu.

suap yang dilakukan oleh RO, WF (DPO) dan istrinya Fransisca, Sebelumnya dinilai salah prosedur menetapkan tersangka dalam kasus penggelapan dan penipuan, maka Polrestabes Medan Diprapidkan, Agenda sidang Praperadilan masih bergulir di Pengadilan Negeri Medan.imbuhnya

( Tim ) 

 

 

  • Editor : N gulo

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *