Madina |Wartapoldasu.id –Dana bos tidak asing lagi di telinga masyarakat indonesia yang selalu di kucurkan pemerintah pusat untuk meringankan beban orangtua yang masih punya anak sekolah.dana bos ini langsung di kirimkan lewat rekening sekolah dan di kelola oleh kepala sekolah.

Tapi inilah yang menjadi masalah bagi sekolah dasar negeri (SDN) 123 hutabargot dolok yang mana penggunaan dana bos diduga di korupsi oleh oknum kepala sekolah ibu HN. pantauan “wartapoldasu id”dan beberapa anggota jurnalis yang tergabung dalam Aliansi jurnalis madina kamis (16/11/2023) di SDN 123 hutabargot, melakukan investigasi dan wawancara dengan kepala sekolah sdn 123 hutabargot dolok.

Dalam wawancara antara kepsek dan Aliansi jurnalis madina di kantor guru SDN 123, ibu HN tidak bisa memberi jawaban yang jelas seputar penggunaan dana bos,dapat diduga kuat bahwa kepsek SDN 123 melakukan tindak pidana korupsi, dari jawaban kepsek tersebut tidak sejalan dengan apa yang ada di laporan penggunaan dana bos. Di  sisi lain kepsek SDN 123 juga menggelembungkan jumlah siswa,di sekolah tersebut jumlah siswa 209 orang tapi di dapodik datanya 217 orang, jadi menurut hitungan aliansi jurnalis madina yang dikomandoi A Nasution, ada sekitar 8 orang siswa siluman di SDN 123 tersebut.

Patut diduga kepsek melakukan penggelembungan jumlah siswa untuk ke untungan pribadi, kalaulah 8×900 ribu sudah 7 jutaan lebih.mengenai jumlah siswa Si luman kepsek SDN 123 tidak bisa menjawab di depan wartawan.begitu di cek & ricek. Oleh Aliansi jurnalis di kantor guru papan informasi tentang rincian penggunaan dana Bos tidak ditemukan alias fiktif jelas kepsek SDN 123 ini melanggar UU KIP (keterbukaan informasi publik) no 14 tahun 2008 padal 52 yang berbunyi : bagi yang melanggar dapat di jerat dengan hukuman 1 tahun penjara atau di DENDA 5 juta rupiah.

Dirician penggunaan dana bos terlihat aitem yang tidak sesuai dengan penggunaanya dan tidak terlaksana ada yang fiktif ada juga sengaja di gelembungkan untuk ke untungan peribadi.contoh yang jadi pertanyaan bagi Aliansi jurnalis saat di ruangan kepsek SDN 123 tentang aitem kegiatan pembelajaran dan ektrakurikuler di anggarkan : 18.70.600 rupiah

Kegiatan asesmen atau evaluasi belajar di anggarkan : 19.885.000..sedangkan kegiatan Administrasi sekolah : 29.649.600.dan kegiatan pemeliharaan sarana perasarana sekolah terjumlah : 5.254.700 rupiah.dengan rician inilah dasar Aliansi jurnalis madina mempertanyakan penggunaan dana Bos di sd n 123 tersebut.alhasil apa yang jadi pertanyaan media terhadap kepsek ibu H N tidak bisa menjelaskan tentang penggunaan dana bos tersebut.apa yang di tanya lain pula jawabnya seperti pura pura bodoh,dan tidak menunjukkan etika seorang pendidik.ketika di tanya media kepsek juga berbohong di sampaikan pada media baru memperbaiki pintu sekolah yang rusak tiga pintu begitu di cek pintu sekolah semuanya masih yang lama tidak ada perbaikan seperti yang di sampaikan.Aliansi jurnalis madina meminta pada Dinas “Pendidikan dan Bupati madina” agar mencopot kepsek sdn 123 hutabargot dolok karena tidak menjalankan poksinya sebagai kepala sekolah serta tidak amanah. ibu kepsek ini adalah sarjana pendidikan tapi tidak menunjukkan sikap seorang guru atau seorang pendidik.kepsek sdn 123 telah banyak melanggar UU seperti uu tindak pidana korupsi no 31 tahun 1999 pasal 603 yang berbunyi : bagi yang melanggar dapat di penjara paling sedikit 4 tahun penjara paling lama seumur hidup.

kemudian dapat didenda 50 juta sampai 250 juta rupiah, dengan banyaknya penggunaan dana bos yang tidak sesuai dan di duga hanya memperkaya diri sendiri, Aliansi jurnalis berencana membuat laporan pengaduan pada kejaksaan tinggi sumatera utara atau ke tipikor poldasu atas tuduhan mark up dan korupsi uang negara yang di peruntukkan pemerintah untuk siswa supaya peroses belajar mengajar lancar dan baik, tapi dana bos di sunat oleh oknum kepseknya sendiri.untuk kepsek sd n 123 hutabargot dolok ibu H N tidak ada kompromi tutur A nasution dari Aliansi jurnalis madina,segera kita buatkan laporan pengaduan untuk kejatisu di medan . (Tim)