Medan Marelan | Warta Poldasu id-Aktifitas di sebuah gudang tanpa plank izin usaha yang berada ditengah-tengah pemukiman masyarakat di lingkungan IV (empat) kebun sayur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan menjadi sorotan dan perbincangan hangat di masyarakat.

Pasalnya, dari isu yang berkembang dilapangan menyebutkan, bahwa gudang pintu plat besi berwarna biru tersebut diduga dijadikan tempat penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi yang berasal dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Lokasi gudang yang tak jauh dari tempat peribadatan (Pekong) dan pemukiman ini telah membuat resah warga sekitar dalam beraktifitas sehari-hari.

Untuk itu, masyarakat meminta aparat kepolisian bertindak untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dilapangan, menurut keterangan warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa gudang tanpa izin alias ilegal ini diduga menampung BBM subsidi jenis solar sudah berlangsung cukup lama dan dalam menjalankan aktivitasnya dilakukan secara terang terangan tanpa adanya rasa takut akan tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH).

“Sudah cukup lama bang dan sepertinya mereka bebas melakukan aktivitas ilegalnya itu, apalagi

lokasinya sangat strategis dan cukup jauh ke pedalaman sehingga boleh jadi sulit tercium oleh aparat penegak hukum (APH),” sebutnya kepada wartawan, Rabu (30/11/23).

Menurut sumber, diduga gudang ilegal penampung BBM subsidi dari SPBU Stasiun Umum jenis solar tersebut kerap melakukan aktivitas dengan menggunakan mobil pribadi dengan tangki yang telah dimodifkasi,”tiap hari itu bang ada aja yang keluar masuk mobil pengangkut BBM dari gudang tersebut, Abang cek aja gudangnya, “sebutnya menambahkan.

Sumber juga menyebut, aktivitas diduga gudang ilegal penampung BBM subsidi Pengisian Umum tersebut belum pernah tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum (APH), “Seperti yang saya jelaskan sebelumnya mungkin belum tercium oleh Aparat Penegak Hukum (APH) apalagi lokasinya kan di pedalaman sehingga sulit untuk dijangkau petugas,” tutupnya.

Selain itu, untuk mencari keuntungan yang lebih besar, pemilik diduga gudang ilegal penampung BBM subsidi dari Stasiun umum jenis solar ini menjualkannya dengan harga industri kepada pihak konsumen yang membutuhkan sesuai yang dipasarkan dengan order permintaan.

Aktivitas yang diduga gudang ilegal penampung BBM subsidi jenis solar ini selain berdampak kepada lingkungan juga dapat membahayakan warga sekitar sebab pemukiman itu sendiri akan menjadi lokasi yang rawan akan terjadinya kebakaran.

Berdasarkan Undang Undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas, bahwa aktivitas pemilik diduga gudang penampung BBM subsidi dari Stasiun Pengisian umum ini salah satu kejahatan tentang migas dan tindakan tersebut merugikan negara dan masyarakat.

Saat dikonfirmasi wartawan melalui nomor WhatsApp terkait adanya aktivitas diduga gudang ilegal penampung BBM subsidi dari Stasiun umum tersebut, sayangnya hingga berita ini diterbitkan, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan belum memberikan keterangan.(usman)