Kota Gunungsitoli | WartaPoldasu.Com – Sejumlah warga di Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, meminta pemerintah kota Gunungsitoli dan sekitarnya tegas memberantas penjual petasan yang masih banyak berdagang di beberapa lokasi di Gunungsitoli. Minggu. (17/12/23).

“Kami minta pemko Kota Gunungsitoli tidak pandang bulu merazia penjual petasan agar barang bahaya tersebut tidak beredar,” kata salah satu tokoh masyarakat di Gunungsitoli yang tak disebut namanya.

Menurut dia masih banyaknya anak dan remaja bermain petasan karena pedagang tersebut masih berkeliaran di berbagai tempat.

“Rasanya jika barang tidak ada, anak-anak tidak akan membelinya,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa pemerintah harus merazia secara serius hingga pelosok kota.

“Sebagai gambaran di Kuranji saja masih ada penjual petasan yang berdagang secara aman,” sebutnya.Kemudian dalam merazia tersebut pemerintah harus bertindak hingga ke akarnya, artinya memastikan tidak ada lagi penjualan petasan.

“Jika perlu dengan memberikan peringatan keras agar penjual jerat,” lanjut dia. Berbeda dengan itu warga lain yang merupakan tokoh masyarakat, menilai perlu ada edukasi bagi pedagang yang menjual petasan tersebut.

Menurutnya pedagang petasan ini bukan hanya secara khusus namun juga dadakan.”Seakan musiman banyak juga warung, atau bahkan toko menjual petasan tersebut,” kata dia.

Dalam hal mengedukasi masyarakat tersebut haruslah dilakukan dengan cara persuasif.”Sebab diyakini masih banyak pedagang yang tidak tahu sanksi dari menjual petasan tersebut,” ujarnya.

Senada dengan itu salah satu masyarakat di kota Gunungsitoli, mengatakan sosialisasi bahaya petasan haruslah dilakukan saat sebelum Nataru. Menurutnya pada saat itu barang berbahaya itu tidak beredar.

“Sama seperti sosialisasi narkoba, perilaku menyimpang, bahaya petasan juga dilakukan melalui anak – anak,” lanjutnya.Sementara itu sebelumnya tokoh di gunungsitoli, yang tidak disebut namanya, mengimbau kepada warga untuk menghindari tindakan yang merugikan selama nataru.

“Sebaiknya warga tidak melakukan hal yang mengganggu ibadah seperti menyalakan petasan, mercon dan semacamnya,” terangnya mengakhiri. (Red)