Galang  | Wartapoldasu.id – Dugaan penggunaan dana desa (DD) untuk pengadaan CCTV dan lemari milik Desa Se Kecamatan Galang kabupaten Deliserdang Sumatra Utara, yang di duga dipegang oknum pegawai kecamatan semakin menguat.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa kepala desa dan BPD kecamatan Galang, beberapa hari yang lalu. saat di konfirmasi menyatakan kepada tim IWO Indonesia Deli Serdang, kalau kami di wajibkan harus memasang cctv di kantor dan harus membeli lemari yang sudah di sediakan oleh pihak kecamatan, saat di tanya oleh tim kembali apakah pembelian barang tersebut itu titipan dan berapa harganya dalam satu pengadaan, lanjut sumber, kalau titipan kami gak tau karna itu semua di koordinir oleh pihak kecamatan karna uang itu langsung kami setor ke salah satu staf PMD yaitu bang W,, dan harga juga sudah di tentukan, pengadaan lemari Rp. 9.000.000 lebih, pengadaan CCTV Rp.16.875.000 itu biaya CCTV sebanyak empat titik, ucap sumber,W saat di konfirmasi di ruang PMD kecamatan Galang kamis 4/1-2024, mengenai uang lemari dan cctv di setor kepadanya, lalu W menjawab dengan gugup dan sedikit berkelit.

Uang memang di setor sama saya tapi itu kan saya di perintahkan atasan saya kasi PMD yaitu pak HS dan PMD kabupaten pak inisial A, dan saya hanya ngumpul kan saja selebihnya saya serahkan ke PMD kabupaten yaitu bapak A, imbuhnya,

Sementara HS selaku kasih PMD kecamatan galang yang juga PJ kades sei putih, saat di konfirmasi di ruang kerjanya agak mengelak dan sombong, mengenai pengadaan cctv dan lemari tersebut lalu menjawab, pengadaan permintaan kepala desa karna itu kebutuhan desa, lagi pula pengadaan itu belum masa saya, ungkapnya

Camat RS saat akan di konfirmasi mengenai hal yang sama, begitu melihat wartawan lari dan menghilang bagai di telan bumi. Di minta kepada bapak Bupati Deli Serdang serdang untuk memanggil Camat Galang beserta anggotanya yang yang di duga, sudah bekerja menyalahi aturan dan tupoksi, kerja kecamatan memantau desa, bukan mengambil dana desa dengan alasan pengadaan, karna banyak sudah kepala desa yang mengeluh, atas kegiatan itu,(Baem/IWO I)