ACEH TAMIANG | WPO – Sebanyak 15 personel Brimob di bawah kendali operasi (BKO) Polres Aceh Tamiang, ditempatkan di perbatasan Sumatera Utara.

Penempatan ini dalam rangka menciptakan Pemilu damai yang hari H-nya sudah semakin dekat.

“Kita (Polres Aceh Tamiang) mendapat tambahan personel 15 dari Brimob, jumlah ini disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan kita telah memiliki personel yang cukup,” ungkap AKBP Muhammad Yanis selaku Kapolres Aceh Tamiang,

Secara umum, Yanis optimis pelaksanaan Pemilu 2024 di Aceh Tamiang bisa tertib dan lancar. Hal ini disebabkan wawasan politik masyarakat, sudah semakin baik dan bisa memilah berita hoaks.

“Tapi kami tetap selalu mengingatkan, jangan terpancing dengan berita yang provokatif, karena potensi sekecil apapun harus kita cegah,” ujarnya.

Salah satu potensi yang mendapat perhatian ialah kemungkinan adanya eksodus penyusupan pemilih dari wilayah Sumatera Utara. Makanya untuk mencegah terjadinya potensi ini, Polres Aceh Tamiang menempatkan seluruh personel BKO Brimob ke wilayah perbatasan Aceh Tamiang dengan Langkat, Sumatera Utara.

“Mengingat kita berbatasan dengan Sumatera Utara, potensi pengerahan orang dari wilayah luar harus diwaspadai, dan kami sudah menempatkan seluruh personel Brimob di perbatasan, ada posnya,” ucap Muhammad Yanis.

Selain memberi perhatian di wilayah perbatasan, sejumlah objek vital juga masih masuk dalam prioritas pengamanan polisi, misalnya Kantor KIP, Kantor Bawaslu dan dua gudang logistik Pemilu. Untuk kantor KIP dan Bawaslu, dikerahkan empat personel polisi, sedangkan di masing-masing gudang selalu dijaga enam personel.

Yanis juga menambahkan, sebelumnya mereka juga sudah melakukan simulasi pelatihan pengendalian massa (dalmas). Latihan ini diakuinya, sangat penting untuk mengukur ketangkasan personel dalam meredam segala kemungkinan yang terjadi saat pelaksanaan Pemilu 2024. (Tim)