LABUHAN BATU | WPO – Ketua PPS desa Sei si arti kecamatan Panai Tengah Zainul si tumorang di laporkan ke Kapolres labuhan batu atas kasus pemotongan uang transportasi anggota PPS desa Sei SIARTI Selasa tgl 30 Januari 2024.

Yang melaporkan kejadian tersebut ada berjumlah 3 orang yaitu Muhammad Padli,Sudi Harianja,dan komi Nainggolan yang berstatus sebagai anggota TPS.

Dalam laporan nya Selasa 30 Januari 2024 ke pada pihak polres labuhan batu bahwasanya mereka keberatan atas pemotongan uang transportasi anggota TPS yang seharus nya di terima Rp 150 000 menjadi Rp 50 000 atas pelaksanaan Bimtek Senin 29 Januari 2024 tersebut.

Namun saudara busu yang berstatus sebagai ketua PPK berdalih bila kegiatan Bimtek tersebut di laksanakan di rantau Prapat barulah mendapat Rp 150 000,olek karena kegiatan di adakan di desa masing2 maka di potonglah Rp 100 000 sebagai pengganti uang transport tersebut di berikan ke pada pembimbing ucapnya.

Saat korban mengadukan permasalahan nya kepada wartawan warta poldasu Jumat 2 februari 2024 menerangkan bahwa mereka merasa di rugikan atas pelaksanaan bimtek tersebut, sedang pelaksana kegiatan tersebut di mulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 17.00 sore.mereka hanya menerima Rp 50 000 saja.

Dalam keterangan lanjutan nya Muhammad Padli Nasution mengatakan ke pada awak media mereka yang seharus nya menerima ATK yang anggaran nya berjumlah Rp 1 juta rupiah per TPS berupa buku panduan dan alat tulis kantor lain nya hanya di gantikan dengan in focus atau layar tancap saja bang dan tidak ada satu pun pembimbing yang datang dari kabupaten,hanya dari kecamatan 3 orang dan dari PPS 3 orang ungkap nya dengan lirih.mereka meminta kepada pihak PPK dan PPS agar hak mereka jangan di sunat kna tidak ada hak mereka untuk memotong nya ujar Padli.ciba ABG bayangkan jika 115 TPS di kali kan 7 orang petugas di tiap tiap TPS yang ada di Panai tengah sudah berapa jumlah rupiah yang mereka dapat kan kali kan ABG saja lah kata nya pada wartawan.

 

Dalam surat panggilan polres tersebut bertanggal 31 Januari meminta keterangan kepada saudara Zainul Situmorang ttg kejadian hal tersebut yang di duga ada terjadi melanggar UU no 31 THN 1999 yang di ubah menjadi UU no 20 THN 2001 ttg tindak pidana korupsi,yang ini juga di nyatakan dalam surat panggilan tersebut terjadi di 2 kecamatan Panai Tengah dan Panai hilir. Kejadian serupa di alami kabupaten lain nya dengan beragam modus ungkap Muhammad Padli Nasution.

 

Jadi harapan saudara korban dan pelapor agar pihak2 yang terkait seperti PPK kecamatan Panai Tengah dan PPS desa Sei SIARTI bila terbukti melanggar agar mereka di hukum dan di jebloskan ke penjara agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa2 yang akan datang ungkap nya mengakhiri,,,,ditulis oleh ZIN wartawan warta poldasu Panai hilir.