ACEH TAMIANG | WPO –  Masyarakat berharap jembatan gantung yang putus di Kampung Alurtani II, Kecamatan Tamiang Hulu – Kampung Tebingtinggi, Kecamatan Tenggulun diganti dengan jembatan baru.

Harapan ini disampaikan Datok Penghulu Kampung Tebingtinggi, Saryanta mengingat jembatan gantung belum bisa dilalui hingga Minggu (4/2/2024).

“Kalau yang namanya manusia sama sekali tidak bisa lewat, masih tali tok (cuma tali),” ujar Saryanta dengan logat jawa kental. Saryanta menjelaskan kondisi jembatan gantung itu hanya menyisakan satu tali sling.

Satu tali sebelumnya sudah putus pada Selasa (30/1/2024), hingga menyebabkan lantai jembatan yang terbuat dari kayu terjuntai ke sungai.

“Atas arahan kemarin, lantai kayunya kami bongkar, karena masih bisa dipakai,” lanjutnya.

Dia mengatakan telah melibatkan warga kampung bergotong-royong untuk membongkar lantai kayu.

Namun selepas pembongkar selesai dilakukan, perbaikan belu dilanjutkan.“Upah bongkarnya sejuta, belum bayar sampai sekarang,” ungkapnya.Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra sebelumnya sudah meninjau lokasi jembatan berusia puluhan tahun ini.

Asra mengatakan untuk sementara perbaikan dilakukan secara darurat dengan memasang tali sling baru.

Secara tegas Asra meminta Dinas PUPR menyelesaikan perbaikan karena peran jembatan itu begitu penting bagi masyarakat.

Datok Penghulu Kampung Alurtani II, Sutiman memastikan tidak ada korban dalam insiden ini karena kerusakan ini terjadi sekira pukul 02.00 WIB.

 

“Tali slingnya putus, kalau korban tidak ada karena kejadiannya jam dua malam,” kata Sutiman.Namun dia mengatakan dampak kerusakan ini cukup besar karena jembatan tua itu merupakan jalur utama.

Setiap harinya, jembatan itu dilalui anak sekolah dan digunakan masyarakat mengangkut hasil perkebunan.

“Kalau sekarang putus total, sama sekali tidak bisa lewat, harus mutar jauh,” ungkapnya.Sutiman menduga kerusakan ini akibat faktor usia. Saat kejadian cuaca dalam kondisi baik.

“Gak ada apa-apa, tiba-tiba putus saja, faktor usia,” ujarnya. (Tim)