Kuala Tungkal | Warta Poldasu – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah sukses dilaksanakan dengan aman, lancar, dan damai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memegang tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap suara mereka yang diwujudkan melalui bilik suara, memilih para wakil yang dianggap mampu memperjuangkan hak-hak mereka ke depan.

 

Dalam menjalankan tanggung jawabnya, KPU harus menjaga netralitasnya dan tidak takut terhadap tekanan dari berbagai pihak. Karena ada beban moral yang lebih besar, yaitu menjaga suara-suara rakyat yang dengan segala keterbatasannya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan aspirasinya.

 

Terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu ) di Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) yang berlangsung pada tanggal 14/02/2024. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung Jabung Barat, M. Ikhsan mengatakan, KPU adalah lembaga yang suci, dan tidak boleh dibiarkan diintervensi oleh oknum-oknum tertentu yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini,” Katanya.

 

Bayangkanlah antusiasme masyarakat yang datang ke TPS dengan penuh harapan, berharap bahwa melalui pemilu ini, taraf hidup mereka akan meningkat. Jika amanah ini tidak dijaga dengan baik oleh oknum-oknum dalam KPU, apakah istilah yang layak selain pengkhianat atau bahkan zalim? ,” tegas Ikhlas.

 

“Merujuk kepada peraturan bersama tentang kode etik penyelenggara pemilu, penyelenggara harus memegang teguh sumpah/janji jabatan mereka sebagai penyelenggara pemilu. Mereka tidak boleh tunduk kepada pihak-pihak tertentu,”Ujarnya. Senin 19/02/2024.

 

“Terkait isu adanya dugaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), saya tidak tahu. Silahkan tanyakan ke penyelenggara yang punya otoritas untuk itu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu. Yang jelas kami dari HMI siap mengawal kedepan

 

Ia juga mengatakan, adanya isu akan di laksanakan Pemungutan Suara Ulang di Tanjung Jabung Barat, hal ini ia menekankan kepada penyelenggara KPU dan Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) tersebut di karenakan hal- hal yang menyangkut pelanggaran dan tidak ada di temukan pelanggaran sesuai peraturan perundangan pemilu,” ucapnya.

 

“Kita dari HMI akan terus mengawal tahapan Pemilu tersebut sampai selesai supaya tidak ada kecurangan di Pemilihan umum kemarin.

 

Teman – teman di KPU sudah melakukan tahapan yang benar segala upaya untuk memikat para pemilih. Sekarang, saatnya menunggu hasil rekapitulasi dari KPU. Awasi dan kawal setiap tahapannya, namun yang terpenting adalah menahan diri agar tidak mengganggu jalannya setiap tahapan.

 

Bagi yang merasa menjadi pemenang, jangan jumawa karena tahapan belum final. Demikian juga bagi yang merasa bukan pemenang, jangan berkecil hati. Yang terpenting, sebagai peserta pemilu, berikan contoh sebagai seorang negarawan sejati yang siap menerima segala konsekuensi dalam kontestasi,”Sebut dia.

 

Dia juga juga mengatakan selamat kepada masyarakat Tanjung Jabung Barat telah memberikan suara nya untuk di wakilkan oleh Calon Anggota Legislatif yang terpilih, serta penentu masa depan bangsa. Yang terpenting adalah tetap menjaga kedaulatan rakyat. Pastikan setiap pilihan Anda di bilik suara dijaga dengan baik dan dipertanggungjawabkan oleh penyelenggara pemilu.

 

Berikan kesempatan kepada penyelenggara pemilu untuk bekerja sesuai dengan janji mereka. Tetaplah cerdas dan kritis dalam menerima informasi agar tidak terpengaruh oleh berita palsu.(J.Sinaga).