ACEH TAMIANG | WPO – Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang membentang di Kabupaten Aceh Tamiang disinyalir terus dirambah.

Pemerintah daerah pun mengajak semua pihak peduli, agar kelestarian alam terjaga dan terlindungi dari pembalakan kayu.

Fakta ini disampaikan Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra di sela mengikuti apel siaga petugas Panwaslu, Sabtu (10/2/2024) siang.

Menurutnya, berdasarkan data GIS Yayasan HAkA menunjukkan bahwa Kawasan TNGL yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang sudah kehilangan tutupan hutan sebanyak 51.64 hektare di tahun 2022 dan tahun 2023 sebanyak 143.47 hektare.

“Taman Nasional Gunung Leuser terus mengalami deforestasi serta degradasi pada berbagai tingkatan, sehingga menimbulkan ancaman bagi kawasan inti konservasi itu sendiri,” kata Asra.

Berdasakarn serangkaian peristiwa selama ini, persoalan di TNGL bukan hanya persoalan perambahan yang terus meluas, tapi adanya konflik antara masyarakat penggarap dan organisasi yang terlibat.

Beberapa kali konflik ini masuk ke ranah hukum karena berujung pada penganiayaan.

Dinamisnya persoalan di wilayah kawasan ini disadari Pemkab Aceh Tamiang, tidak bisa diatasi sendirian.

Mereka pun mencoba menggandeng organisasi PUPL dan multisektor, untuk mencari solusi guna menyelesaikan benang kusut ini.

“Hari Rabu kemarin kemari bersama sejumlah pihak, termasuk Forkopimda dan BBTNGL duduk bersama membahas persoalan ini, harapannya ada kemauan bersama untuk mencari jalan keluar,” ungkap Asra.

Asra menekankan, seluruh kejadian di kawasan TNGL dalam pengawasan mereka dan menjadi perhatian serius.

Hal ini penting karena bukan hanya menyangkut kelestarian kawasan, tapi juga menyangkut kehidupan masyarakat sekitar.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Kita harus berupaya agar hutan kita tetap terjaga. Sebab Taman Nasional Gunung Leuser merupakan jantung dunia yang keberlangsungannya harus terus ada,” ujarnya.

Asra kemudian menyarankan, agar diskusi ini lebih sering dilakukan dan dilakukan kampung yang berdekatan dengan kawasan TNGL.

Dia pun sangat berharap, masyarakat dilibatkan sebagai edukasi. (Tim)