ACEH TAMIANG | WPO – Angka stunting di Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang berhasill ditekan melalui program inovasi panganan lokal bergizi. Selain murah dan mudah, program ini bisa dijalankan dengan memanfaatkan halaman rumah warga.

Camat Kejuruan Muda, Mukhtar Hadi mengungkapkan angka stunting di wilayahnya saat ini tersisa 105 orang atau turun 4,2 persen dibanding tahun lalu. Dia optimis angka ini bisa ditekan bila masyarakat bersedia bersinergi dengan Forkopimcam untuk membangun pola hidup sehat.

“Sebenarnya cara mengatasi stunting ini sudah dilakukan orang tua kita pada masa lalu, hari kita ulangi langi dengan mengajak kesadaran masyarakat,” kata Hadi, Senin (26/2/2024).

Pola masa lalu ini berupa olahan pangan bergizi yang bahan-bahannya mudah didapat. Pihak kecamatan sendiri selanjutnya memberi pendampingan tambahan, termasuk Puskesmas memberikan vitamin.

“Kami juga melibatkan pihak swasta, salah satu yang mendukung penuh Socfin Indonesia,”jelas Hadi.

Principal Director Socfindo, Luluk Williams ketika berkunjung ke Aceh Tamiang membenarkan kalau pola hidup sehat tidak harus mahal. Justru dengan kreativitas, makanan bergizi bisa dikonsumsi setiap hari.

“Kami memberi perhatian besar terhadap stunting, cara mengatasinya harus dengan program hidup sehat, makan sehat dan bergizi yang ternyata bisa didapat dengan murah dan mudah,” kata dia.

Sebagai bentuk dukungan program ini, Socfindo pun membagikan sejumlah bibit tanaman kepada warga, seperti jeruk kasturi, kucai, bayam brazil, jeruk purut dan daun malabar. Luluk berharap masyarakat memanfaatkan halaman rumah untuk menanam tumbuhan yang bisa mendukung program hidup sehat.

Terkait pola hidup bersih, Socfindo pun menanamkannya sejak dini terhadap murid TK. Mereka mengumpulkan anak-anak untuk diberi bimbingan dan edukasi mengenai pentingnya cuci tangan dan gosok gigi.(Tim)