Deli Serdang – wartapoldasu.id –Penggunaan dana desa (DD) untuk pengadaan CCTV dan lemari gantung

hampir di seluruh desa di tiga Kecamatan Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara, di duga koordinir oleh dinas PMD semakin menguat.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa sumber di tiga kecamatan dan lebih menariknya lagi informasi bukan hanya tiga kecamatan tetapi hampir seluruh desa di kabupaten Deli Serdang,

 

Kepada tim IWO Indonesia para kepala desa yang enggan di sebut namanya mengatakan, Kami di wajibkan harus memasang CCTV di kantor dan membeli lemari gantung yang sudah di sediakan oleh pihak yang diperintahkan oleh dinas,harga juga sudah di tentukan, seperti pengadaan buffett Rp. 9.300.000, pengadaan CCTV empat titik dengan harga Rp.16.875.000,” pungkas sumber.

 

Lantas untuk memperjelas informasi tersebut, beberapa hari yang lalu tim Iwo Indonesia, mengkonfirmasi salah satu sumber dari kecamatan yang enggan disebutkan namanya,

di ruang kantor kecamatan mengenai pengadaan buffett dan CCTV di perintah langsung dari PMD kabupaten, yaitu Kabid inisial S melalui R dan A, dan kalau kami di kecamatan tinggal menyampaikan kepada para kades imbuhnya,

 

Lalu awak media Jum at, 01-03-2024 menuju dinas PMD kabupaten Deli Serdang, akan melanjutkan konfirmasi kepada kepala dinas, PMD K A tapi sangat di sayangkan beberapa kali awak media harus menelan kekecewaan karena sang kepala dinas selalu tidak ada di tempat, berulang kali di telfon aktif tapi tidak di angkat,

Lalu awak media langsung menuju ruangan Kabid inisial S mengkonfirmasi mengenai dugaan keterlibatannya tentang pengadaan cctv dan lemari gantung yang dananya luar biasa fenomenal.

Lalu S menjawab itu desa yang menganggarkan melalui musyawarah bukan kami yang mengarahkan, kepala desa mana yang ngomong seperti itu coba kasi tau kami saya tau kalau Abang social control jadi kalau ada yang ngomong Kabid yang mengarah kades mana imbuhnya,

 

Lalu awak media bertanya kepada R dan A tentang informasi terlibatnya pengadaan tersebut lalu R menjawab kalau ada kepala desa yang ngomong seperti itu laporkan saja ke inspektorat biar mereka di panggil semua, dan A juga turut menjawab kalau pernyataan w itu saya terima uang cctv tersebut itu fitnah,ucapnya.(Baem Siregar)