Wartapoldasu.id – ACEH TAMIANG, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang “kucurkan” 8 ton beras ke pasar sebagai antisipasi lonjakan harga dan kelangkaan barang menjelang puasa.

Distribusi beras sebanyak 8 ton ini disalurkan pemerintah daerah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sudah dimulai sejak Rabu (6/3/2024) kemarin.

Untuk tahap awal, 8 ton beras ini dialokasikan untuk dua kecamatan, Seruway dan Tenggulun.

Beras SPHP merupakan beras dengan kualitas medium, namun dengan harga yang relatif murah karena dijual Rp 55 ribu per 5 kilogram.

Plt Sekda Aceh Tamiang, Tri Kurnia yang hadir mewakili Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra menjelaskan GPM sangat penting untuk pengendalian inflasi.

Melalui program ini, pemerintah daerah ingin menjamin stok beras di pasar.

Beras merupakan salah satu instrumen yang paling memengaruhi laju inflasi.

“Kami selaku Pimpinan Daerah akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Tri.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, menaruh perhatian besar terhadap besar terhadap pergerekan inflasi.

Sebelumnya Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra sudah merencanakan membuka konter atau Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai antisipasi melambungnya harga beras.

Lonjakan harga ini dikhawatirkan terus terjadi menjelang Bulan Ramadan.

Rencana membuka konter beras ini disampaikan Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra ketika meninjau stok bahan pangan di Pasar Kota Kualasimpang, Kamis (22/2/2024).

Dia menjelaskan, kunjungannya ke pasar ini dalam rangka mengintervensi inflasi daerah.

“Konter ini bekerja sama dengan Bulog, harga beras yang dijual akan lebih murah, sekitar Rp 11.500 per kilogram,” kata dia.  (Tim)