Wartapoldasu.id – Kampung Kaloy di Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang bersiap menjadi desa wisata menyusul terbangunnya jalan baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-119 tahun 2024.

Jalan sepanjang 3,2 kilometer (km) yang baru selesai dikerjakan ini sebelum hanya jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor.

Kini dengan lebar 6 meter, jalan yang dulunya hanya jalan alternatif sudah berubah fungsi menjadi jalan utama.

“Dulu ini jalan PIR (perkebunan inti rakyat), cuma bisa untuk langsir buah pakai sepeda motor, sekarang truk sudah bisa lewat,” kata Datok Penghulu Kampung Kaloy, Andi Syahputra, Minggu (24/3/2024).

Andi menyadari, kehadiran jalan ini membawa dampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi.

Karena dulu hasil perkebunan masyarakat harus menempuh perjalanan 30 menit, kini hanya 5 menit.

Hal terpenting, kata dia, jalan yang menghubungkan Kampung Kaloy dengan Kampung Perkebunan Pulautiga itu telah membuka akses ke berbagai objek wisata, seperti pemandian air panas, kualaparet, air terjun bambu, dan lainnya.

Andi sangat meyakini secara bertahap objek wisata yang berada di daerah administratifnya ini akan digarap serius, seperti pemandian air panas.

“Dulu tidak ada yang tahu ada air panas di sini. Alhamdulillah pelan-pelan kami benahi, sudah dikunjungi 4 ribu orang setiap minggu,” beber Andi.

Pria bertubuh besar ini pun berkeinginan mengembangkan seluruh objek wisata yang ada di desanya agar kesejahteraan warganya meningkat.

Diakuinya, warga tidak memiliki banyak pilihan untuk bekerja, sehingga tidak sedikit yang terlibat penebangan kayu di hutan.

“Dulu 60 persen warga sini nebang kayu karena gak ada pilihan,” beber dia.

“Pelan-pelan wisata pemandian hidup, sudah sangat berkurang, ke depan saya targetkan tidak ada lagi warga yang nebang di hutan,” tekadnya.

Sasaran TMMD di Aceh Tamiang sebelumnya mendapat apresiasi dari Pangdam IM, Mayjen Niko Fahrizal saat menutup kegiatan tersebut, Rabu (20/3/2024).

Niko mengaku sangat puas dengan hasil TMMD di Aceh Tamiang dan dia berharap bisa dicontoh daerah lain.

“Saya sangat apresiasi atas dukungan Pj Bupati dan Ketua DPRK, hasilnya pun sangat maksimal. Saya berharap daerah lain yang belum bersinergi seperti ini dapat mencontohnya,” kata Niko.

Meski sasaran tahun ini dipusatkan di Kaloy, Niko meyakini dampak pembangunan akan dirasakan di seluruh Aceh Tamiang.

“Karena daerah akan mendapat pertambahan PAD (perdapatan asli daerah), juga akses ke sekolah anak-anak kita semakin baik, ini penting untuk membangun generasi ke depan,” paparnya. (Tim)

 

Editor : N gulo