Wartapoldasu.id –  Kuala Tungkal, Bayi Berinisial (S)yang masih berusia (8) bulan, orang tua dari (BE) hanya bisa terbaring tak berdaya di ruangan bangsal Anak Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Tungkal, Kabupaten tanjung Jabung Barat dengan diagnosa gizi buruk dan gatal – gatal.

 

Sebelum di ketahui gizi buruk terlebih dahulu orang tua dari bayi membawa anaknya praktek dan Puskesmas Sungai Saren dengan gejala gatal – gatal, Anak dari BE warga Kelurahan Bram Itam kiri RT 15 Parit 10 tersebut

 

Kasus gizi buruk ini di benarkan oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Sungai Saren,”Iya benar ada kasus bayi gizi buruk diwilayah kelurahan bram itam kiri. Bayi tersebut berusia lebih kurang 8 bulan, awalnya diketahui bayi tsb dibawa dg keluhan gatal2 seluruh tubuh kecuali wajah yg tdk membaik dan berulang,” Kata Kapus saat di konfirmasi melalui WA pribadi Senin 26/03/2024.

 

Ia mengatakan, Puskesmas mendapatkan kabar dari salah satu praktek dokter dan lgsg di tindaklanjuti dgn dtg ke rumah pasien..

Dari keterangan keluarga bayi lahir kurang bulan dan BB lahir tdk cukup,”Sebutnya .

 

“Selama ini bayi pernah tinggal di tebing tinggi dan hanya 1x dibawa ke posyandu didaerah tebing. Sementara sejak kembali ke sungai saren bayi tdk pernah di bawa ke posyandu,”ujarnya.

 

Lebih lanjut menurut keterangan orang tua bayi tersebut menikah muda, bisa jd krn tingkat pendidikan yg kurang jd pentingnya ke posyandu orang tua tdk paham, setelah kami melakukan pemeriksaan Berat badan bayi tsb sangat kurang dg keluhan gatal seluruh tubuh berulang dan batuk- batuk berulang.

Melihat hasil pemeriksaan dan keluhan- keluhan lain bayi langsung kami rujuk ke RS utk diberikan penanganan dan tindakan lebih lanjut oleh dr.spesialis anak,” pungkasnya.

 

Ditempat terpisah, saat awak media Warta Poldasu konfirmasi terhadap orang tua bayi tersebut terkait dugaan lahirnya bayi kurang bulan, seperti yang di sampaikan Kapus Sungai Saren, orang tua bayi mengatakan umur kandungan sudah lewat kenapa di bilang kurang katanya, sementara timbangan anak saya sewaktu lahir 2’4kg dan saat itu operasi sesar di RSUD Kuala Tungkal,” sebutnya dengan wajah kecewa.

 

Sementara itu saat Media Warta Poldasu konfirmasi terkait dana anggaran APBD Tahun 2023 ke Dinas Kesehatan (Dinkes) mengatakan, melakui Aplikasi WhatsApp (WA) Kabid Kesehatan Masyarakat (KESMAS) dana Tahun anggaran 2023 Rp 1.459. 917. 360., hal ini di ketahui selama ini dana untuk Stanting hanya di kucurkan melalui dana desa.  (J Sinaga)

 

Editor : N gulo