Wartapoldasu.id- Ratusan orang warga dari sejumlah desa di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal mendatangi Markas Polsek Kotanopan, Sabtu (30/3/2024) malam. Massa meminta agar tambangan Emas rakyat mohon jangan ditutup.

 

Kedatangan massa dari kalangan ibu-ibu, bapak-bapak serta pemuda-pemudi itu disambut baik oleh Kapolsek Kotanopan AKP Parsaulian Ritonga dan personel lainnya.

 

Kapolsek menyambut dengan tenang dan ramah serta mempersilahkan warga menyampaikan aspirasinya.

 

Kapolsek ini dengan senyum menyambut warga yang datang,polisi berpangkat perwira pertama ini melayani setiap keluhan dan penyampaian aspirasi masyakat yang datang.

 

Dalam aspirasi yang disampaikan 10 orang perwakilan masyarakat dari kaum ibu dan bapak meminta Polisi jangan menutup tambang emas tersebut. Sebab, kebutuhan masyarakat untuk menyambung hidup saat sekarang ini sangat terpokus di tambang tersebut,terutama pada Bulan Ramadan serta menjelang Idul Fitri kebutuhan sangat banyak.

 

Pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri kebutuhan kami sangat banyak, Kami memohon tambang jangan ditutup, demikian aspirasi masyarakat Kotanopan tersebut pada Kapolsek.

 

Menjawab keluhan masyarakat tersebut, AKP Parsaulian mengaku akan menyampaikan aspirasi itu ke Kapolres Madina.

 

Aspirasi masyarakat akan kita sampaikan kepada pimpinan ujar Kapolsek.

 

Saat di jumpai Wartapoldasu dan Azzura MTV di kantornya 31/03/2024 Kapolsek membenarkan kedatangan warga kotanopan menyampaikan aspirasi terkait tambang Emas.

 

Mediasi berhasil kita lakukan, Massa membubarkan diri sekitar pukul 23.30 Wib,” kata AKP P Ritonga tanpa ada gejolak.

 

Di sisi lain, Kapolsek juga mengaku apabila pertambangan tanpa izin tersebut terus beroperasi, maka tidak menutup kemungkinan pelaku tambang akan semakin merajalela.

 

Terlepas siapa di belakang pertambangan ini, kita tetap tegak lurus dalam penutupan Peti, jelasnya.

 

Sementara menanggapi aspirasi masyarakat, Kapolres Madina meminta semua pihak harus bijak dalam membaca situasi soal pertambangan tersebut.

 

AKBP Arie Supandi Paloh mengatakan, mencari solusi soal pertambangan itu juga harus melibatkan pemerintah daerah.

 

Bahwa aspirasi ataupun tuntutan masyarakat ini harus didengarkan dan dicari solusi langsung oleh pemerintah daerah. Tidak harus dengan cara represif yang membenturkan aparat kepolisian dengan masyarakat tanpa ada solusi bagi warga Kotanopan, tegas Kapolres Madina.

 

Di luar itu, menurut Kapolres Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ikut berkomentar di media soal tambang Kotanopan juga harus ikut mencerdaskan dan mencari solusi bagaimana supaya kamtibmas berlangsung aman dan kondusif.

 

Bagi LSM yang peduli bukan hanya berbicara di media, tapi harus ikut membantu mencari solusi agar tidak terjadi konflik sosial bahkan keributan yang merugikan masyarakat Kotanopan sendiri,” terangnya.

 

Terakhir, AKBP Arie menyebut pihaknya tegas dan tidak akan mentolerir kegiatan PETI yang merusak alam yang bisa berdampak terhadap bencana alam. Namun untuk penegakan hukum harus sama-sama berfikir secara luas.

 

Namun dalam penegakkan hukumnya harus melihat karakteristik adat istiadat daerah dan dampak sosial lainnya tidak bisa sembarangan yang berujung pada perpecahan dan keributan yang meluas pada masyarakat kotanopan dan masyarakat Madina yang terkenal dengan Religi nya, tutup Arie Paloh. (AM nas)

 

 

Editor : N gulo