Wartapoldasu.id- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Sumatera Utara Mandailing Natal (GEMPSU) Adakan aksi demo untuk kesekian kalinya kamis 04/04/2024.

 

Massa aksi demo awalnya menggelar demo dan orasi di depan kantor dinas PMD,gagal menemui Kadis PMD massa selanjutnya bergerak ke kantor kejari Madina, Sejumlah poster kritik dan kecaman terhadap kegagalan kinerja bupati dan kepala dinas PMD Madina dibentangkan yang dinilai gagal.

 

Sejumlah poster yang tersebut tertulis seperti “Bupati Madina Gagal Mundur saja dari jabatanmu Madina terlalu luas untuk kau pimpin”, di duga uang APBDES 2023 atau dana desa di makan jaringan berantai mafia.

 

Seruan massa “Periksa bupati dan kepala dinas PMD Madina atas dugaan keterlibatan dalam menggerogoti APBDES 2023”

 

Ketua GEMPSU MADINA, Pajarur Rohman menilai seharusnya pemerintah/kepala dinas PMD mampu mengarahkan kepala-kepala desa dalam mengelola APBDES tersebut sehingga masyarakat di sekitar desa menjadi sejahtera, bukan malah ikut serta dalam menggerogoti dana desa, kami menilai pemkab Madina Gagal dalam menerapkan roda organisasi di lihat dari berbagai tuntutan yaitu:

 

1. Meminta aparat penegak hukum(APH MADINA) untuk mengaudit APBDES 2023 dimana kami nilai penuh dengan ketidak jelasan.

2. Proses hukum penggunaan dana desa 2023 di 253 desa yang dikelola oleh 253 PJ Kades yg diduga kuat sarat penyalahgunaan dan penuh titipan

3. Meminta kepada Kejari Madina dan polres Madina untuk memanggil dan memeriksa camat-camat dan Pj kepala desa tahun 2023 yang di duga kuat telah melakukan korupsi berrantai APBDES tahun 2023.

4.Meminta kepada APH untuk memeriksa bupati dan kepala dinas PMD madina atas dugaan korupsi APBDES

4. Meminta kepada kapolres dan Kejari Madina untuk serius menyikapi permasalahan ini sehingga taqline Madina bersyukur Madina berbenah tidak hanya omon omon saja dan bisa di terapkan di Mandailing Natal yang kita cintai ini.

 

Kami miris melihat Madina ini seharusnya dengan anggaran APBDES dan di tambah lagi dengan Apbd Madina yang 1’7 terliun dan lain lain sudah bisa menjadikan rakyat Madina sejahtera dan makmur bukan malah semakin miskin dan terpuruk tegas Lukman kordinator aksi

 

Mahasiswa yang aksi merasa sedikit kecewa karna kepala dinas PMD Madina tidak bisa menjumpai kami, Kami akan terus gelar aksi sampai tuntutan kami dapat di indahkan dan bisa di proses secara hukum.ujar Lukman.(AM nas)

 

 

Editor : N gulo