WartaPoldasu.id- Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC K.SPSI) Kabupaten Batu Bara menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolres Batu Bara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb, S.IK., S.H.

 

atas kepeduliannya menginisiasi acara tatap muka dan silaturahmi dengan para pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Rabu lalu (1/5) di RM. Sempurna Desa Tanjung Gading Kecamatan Sei Suka.

 

Demikian disampaikan Sekretaris DPC K.SPSI Kabupaten Batu Bara Suhairi, S.Sos., S.H. kepada awak media ini Jumat malam (3/5) di Kopi Dolok Kota Tebing Tinggi.Dikatakan Suhairi, jika saja Kapolres Batu Bara tidak menginisiasi acara tatap muka dan silaturahmi dengan para pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh pada peringatan May Day kemarin, maka dapat dipastikan peringatan May Day 1 Mei 2024 di Kabupaten Batu Bara nihil.

 

kegiatan karena jelas Suhairi memang selama ini yang berinisiatif melaksanakan acara tatap muka dan silaturahmi dengan para pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh pada setiap peringatan May Day di Kabupaten Batu Bara tidak ada yang lain kecuali Kapolres Batu Bara.Lebih lanjut Suhairi memaparkan, pertemuan antara Kapolres Batu Bara dengan para pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh pada peringatan May Day Rabu kemarin memiliki arti strategis.

 

Dalam pertemuan tersebut banyak hal yang dapat dibicarakan dan dibahas utamanya yang berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan dan masalah kondusifitas iklim dunia usaha.Berkaitan dengan hal di atas, Suhairi menyebutkan bahwa selama ini kondisi iklim dunia usaha di Kabupaten Batu Bara berlangsung sangat kondusif, tidak pernah terjadi hal hal buruk yang berdampak pada terganggunya Kamtibmas dan investasi.

 

Situasi seperti ini ucapnya tidak datang dengan sendirinya tapi datang berkat adanya usaha dan kerjakeras dari pihak Kepolisian yang senantiasa mampu berkoordinasi dan berkomunikasi yang baik dengan para pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh.Kedepan lanjut mantan Tim Ahli DPRD Kabupaten Batu Bara itu, SPSI minta kepada Kapolres Batu Bara untuk dapat turun ke perusahaan perusahaan bersama para stakeholder lainnya guna memastikan Hukum Ketenagakerjaan itu dipatuhi oleh pengusaha, khususnya yang berkaitan dengan hak hak normatif pekerja/buruh seperti tentang upah, BPJS, K3, dan lainnya.

 

“Saya sangat mengharapkan kepada Bapak Kapolres Batu Bara dapat membantu SPSI dalam hal penegakan hukum (law wnforcemen) di bidang ketenagakerjaan demi mencegah terjadinya kesewenang wenangan yang dilakukan oleh pengusaha. Dengan berlakukannya Undang Undang Nomor 6 Tahun 2023, maka Polisi dapat melakukan penindakan hukum terhadap pengusaha yang terbukti tidak membayar THR, tidak membayar upah sesuai ketentuan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku, dan tidak mengikutsertakan pekerja/buruh dalam program BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan”, ungkap suhairi kepada awak media Tabloid warta Poldasu.

 

Saat ditanya Wartawan Tabloid warta Poldasu tentang kepedulian Pemkab Batu Bara terhadap peringatan May Day, pria yang juga berprofesi sebagai Advokat/Pengacara ini menyatakan Pemkab Batu Bara tidak pernah peduli dengan kegiatan May Day, terbukti setiap tahunnya 1000 rupiahpun Pemkab Batu Bara tidak ada menganggarkan kegiatan May Day untuk para Pekerja/Buruh yang jumlahnya mencapai angka 20.000 lebih di wilayahnya.

 

Kenyataan tersebut sambung Suhairi jauh berbeda dengan Pemko Medan dan Pemkab Sergai yang kita ketahui Pemerintah Daerahnya selalu menganggarkan dana mencapai ratusan juta rupiah untuk memperingati May Day setiap tahunnya. ( Zulkifli).

 

 

Editor : N gulo