WartaPoldasu.id- Komunitas pecinta sepeda yang tergabung dalam Atam Bike melirik objek wisata Tamsar 27 sebagai rute jelajah. Ketertarikan ini ditunjukkan Atam Bike dengan menyurvei lokasi Tamsar 27 dengan tujuan menentukan rute yang akan dilalui.

Ketua Atam Bike, Teuku Zulkarnain mengatakan, survei ini mereka lakukan bersama Camat Bandarpusaka, Cakra Agie Winapati, Datok Penghulu Kampung Bengkelang, Ardan dan sejumlah pecinta sepeda yang berjumlah 30 orang.

“Kami diajak pak Camat untuk melihat lokasi Tamsar 27, menurut beliau lokasinya sangat menantang untuk rute sepeda,” kata Zulkarnain, Senin (13/5/2024).

Survei ini mereka lakukan Ahad (12/5/2024) pagi dengan berkonvoi mengendarai sepeda motor. Zulkarnain mengatakan, dalam beberapa even, Atam Bike memang menempuh rute ke objek wisata.

“Ini bagian dari upaya kami membantu mempromosikan objek wisata di daerah kita, kebetulan komunitas kami terkoneksi dengan daerah lain,” ungkapnya.

Sepintas, diakuinya, rute yang mereka lalui untuk mencapai Tamsar 27 terlalu menanjak. Namun, keputusan pembuatan trek sepeda ke Tamsar 27 akan dirembukkan lagi dengan anggota komunitas.

“Nanti kami rembukkan lagi, kemungkinan lain bisa saja dialihkan ke objek wisata lain yang lebih dekat seperti di Sangkapane,” ujarnya.

Camat Bandarpusaka, Cakra Agie Winapati mengakui pihaknya terus mendorong kebangkitan Tamsar 27. Diketahui objek wisata yang menyuguhkan keindahan air terjun 27 tingkat ini sempat berjaya sebelum mati dihandam Covid-19.

“Kami bersama Pokdarwis terus berpikir dan berinovasi untuk membangun kembali Tamsar 27. Tentunya ini tidak bisa sendiri, kami butuh dukungan dari pihak lain, termasuk kawan-kawan komunitas,” kata Cakra.

Kebangkitan Tamsar 27, diakui Cakra, akan memberikan dampak baik bagi perekonomian masyarakat. Dia sangat berharap kesejahteraan masyarakat bisa terdongkrak melalui pengembangan Tamsar 27.

Perbaikan Jalan

Datok Penghulu Kampung Bengkelang, Ardan menambahkan upaya memajukan kembali objek wisata ini tengah dilakukan dengan perbaikan pengerasan jalan. Menurutnya setelah perbaikan jalan sepanjang 2 kilometer ini selesai, maka akses jalan ke Tamsar 27 tidak ada masalah serius. “Mobil juga sudah bisa naik,” ujarnya.

Meski begitu, dia masih berharap dukungan pemerintah untuk mengganti jembatan kayu dengan bangunan permanen. Keberadaan musala dan fasilitas umum di lokasi wisata juga sudah sangat mendesak.

“Kami cuma mengandalkan pemerintah kampung mana bisa, tetap harus ada dukungan dari pemerintah, baitu itu daerah ataupun pusat,” harapnya. (Tim)

 

 

Editor : N gulo