Politik

Johan Siap Mendedikasikan Diri kepada Masyarakat

MBR | Untuk terjun ke dunia politik tentunya masing-masing orang memiliki alasan tersendiri, seperti Johan mengungkapkan awal ketertarikannya ke politik yaitu ingin mendedikasikan dirinya kepada masyarakat dengan cara menerima keluhan dan aspirasi rakyat.

Satu-satunya cara agar suaranya di dengar oleh pemangku kebijakan adalah dengan terjun ke politik dan memilih partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) sebagai perahu ikut dalam kontestasi pemilihan legislatif (pileg) 2024 akan datang, dengan nomor urut 5.

“Jadi no urut saya 5 ketepatan dengan jumlah anak saya juga 5 dari Aisyah ibu dari anak-anak,” ujar Johan pemilik tabloid bulanan dan media online beberapa hari lalu, saat menghadiri pelantikan IWO Indonesia di Deli Serdang.

Kemudian Johan melanjutkan awal tertarik terjun ke dunia politik itu sejak 7 tahun silam, maka ini bukan pertama kali saya ikut mencalonkan diri menjadi anggota dewan, “Yang pertama saya ikut pileg 2019 calon DPRD Sumut dari partai PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan sekarang calon DPRD Deli Serdang dari partai Hanura dapil VI, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Batang Kuis,” jelas Johan.

Siap Amanah Jika Terpilih

Tentu perlu persiapan dan keyakinan untuk mencapai itu semua kedepannya. Yang menjadi pertanyaan nya persiapan seperti apa agar masyarakat itu percaya memberi amanah? Beranjak dari itu tentu yang saya buat adalah mengumpulkan suara suara rakyat dengan cara membuat simpul dari keluarga, komunitas dan lainnya..

“Saya bersama relawan nanti akan mendatangi rumah ke rumah di masa kampanye, membuat sosialisasi pendekatan ke masyarakat, kemudian membranding diri dengan menebar kartu nama dan sebagainya, sehingga kami tidak ada money politik, tidak ada uang,” ungkap Johan.

Makanya ketika duduk jasa mereka yang membantu dan memberikan amanah akan saya ingat, siap menerima keluhan dan aspirasi dari dapil VI, khususnya mereka-mereka yang ekonomi sulit, kemudian akan siap untuk mendampingi masyarakat yang kebentur dengan hukum.

“Karena selama ini saya banyak berhubungan dengan aparat penegak hukum (APH), sehingga banyak dikitnya saya paham hukum dan banyak kenal baik dengan APH,” ungkap Johan. Dilanjutnya lagi kalau organisasi yang pernah saya ikuti itu di Vihara Sumut, FKPPI Sumut, PPM (Pemuda Panca Marga) Medan dan sebagainya. Selain itu aktif mengikuti kegiatan sosial.

Tidak Money Politik

Untuk memuluskan agar terpilih, saya tidak bermain uang (money politik). Seandainya memakai duit untuk memberi masyarakat maka harga diri saya tidak ada. Kemudian bagi masyarakat yang menerima hitunganya jika dikasih 100 ribu, berarti itu untuk 5 tahun dan bila dirincikkan berarti 1 tahun 20 ribu.

“Jadi harga diri orang ini cuma 20 ribu setahun, untuk memberi rokok sebungkus pun tidak cukup, 20 ribu dibagi 365 hari, 1 hari sekitar 70 perak. Untuk membeli permen saja tidak cukup. Jadi harga diri masyarakat yang mau menerima jadi kecil sekali,” jelas Johan.

Jika menggunakan politik uang dengan modal yang besar, tentunya dalam pikiran bagaimana untuk mengembalikan bunga uang tersebut, itu syarat terjadi Korupsi dan KKN. Tapi kalau tidak menggunakan politik uang, kalau saya duduk..ya duduklah. Jadi masyarakat sebagai pemilik suara harus pintar memilih wakilnya.(Monang Sitohang)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *