Hukum & Kriminal

KORBAN DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL BUAT LAPORAN KE POLRES TEBING TINGGI

 

Wartapoldasu.id- Korban dugaan tindakan kekerasan seksual yang di share ke aplikasi situs porno SA (18) warga Dusun II Desa Penggalian Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara serta keluarganya pada Sabtu (06/07/2024) pukul.14:06 Wib juga di dampingi sejumlah Pengurus Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum dari DPC.Perkumpulan Media Online Indonesia(MOI)Kota Tebing Tinggi langsung menuju ke Mapolres Tebing Tinggi guna membuat laporan dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh FF penduduk yang ber alamatkan sama dengan korban SA(18),dengan STPL Nomor : STTLP/B/273/VII/2024/KSPKT/POLRES TEBING TINGGI/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 06 Juli 2024 masalah ini pun diambil BAP nya oleh bagian Unit ITE Polres Tebing Tinggi untuk segera ditindak lanjuti.

Menurut pengakuan SA(18) sebelumnya pada sejumlah Awak Media yang tergabung dalam DPC.MOI Kota Tebing Tinggi pada hari Rabu (03/07/2024) pukul.11:30 Wib,FF mengirimkan Whatsap(WA) dengan screenshot dari aplikasi situs porno yang tak lain ada video wanita mandi,lantas FF menanyakan “apa ini kau bukan?”

lalu SA(18) menanyakan kembali “itu dimana lihatnya?”,

lalu FF menjawab di Situs Porno (Bokep),

mendengar hal itu SA(18) Meminta agar video dirinya untuk dihapus segera namun permintaannya itupun dimanfaatkan FF dengan meminta uang sebesar Rp.1.500.000,. dan SA(18) tidak memiliki uang sebesar itu,begitu juga selanjutnya FF meminta hanya Rp 1000.000,.saja sembari menerangkan kalau dibagi dua saja.

Akhirnya SA(18) curiga kepada FF dan langsung menemuinya guna memastikan rekaman video itu tershare dari Handphonenya yang sebelumnya dikatakan FF kalau itu kerjaan dari temannya yang jago dalam bidang ITE dan diakui FF dirinya akan membantu SA(18) melalui temannya untuk menghapus video dirinya sedang mandi tersebut.jelas SA(18) mengulangi pengakuan FF dihadapan sejumlah Awak Media .

 

Akhirnya tak tahan dengan perbuatan FF inipun SA(18) menceritakan kejadiannya pada keluarganya dengan rasa amarah dan kecewa pihak keluarga SA(18) akhirnya membawa masalah ini ke yang berwajib meskipun sebelumnya banyak bujuk rayu dari beberapa oknum-oknum aparat yang bertugas disana juga perangkat Desa Penggalian termasuk Kepala Desa Penggalian Kecamatan Tebing Syahbandar guna memediasi kedua belah pihak dalam tindakan kekerasan seksual yang dianggap sepele oleh mereka,apa mereka juga tidak punya anak perempuan?”.ucap SA(18) sambil terisak sedih.

 

Terkait hal diatas berulang kali sejumlah Awak Media coba mengkonfirmasi via Handphone Dola Simajuntak selaku Kepala Desa Penggalian Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai inipun tak pernah mau mengangkat Hp nya meskipun berulang kali di chat dan call,semoga hal ini tak dicontoh oleh Kades-kades lainnya dalam keterangan keterbukaan publik,Amin,jelas Sejumlah Awak Media Cetak dan Online.

 

Begitu juga dalam keterangan Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Bastian Tampubolon yang didampingi Sri Wahyuni Sekretaris DPC.MOI Kota Tebing Tinggi diruang kerjanya,”mereka akan terus menggiring proses penegakkan hukum dari para pencari keadilan seperti SA(18) ini yang didugaa kuat ada “orang sakti” jadi backing nya,kita lihat saja nantinya dan kami tidak akan tinggal diam dalam mengawal penegakkan hukum di Kota Tebing Tinggi ini,pungkas fungsionaris juga aktivis dibeberapa lembaga tersebut. ( Tim )

 

 

  • Editor : N gulo

 

 

 

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *