Peristiwa

SPBU 14.20211.22 Jalan Pancing 1 Martubung Diduga Jual BBM Subsidi ke Oknum Mafia Gunakan Mobil Modifikasi

 

Wartapoldasu.id- Meski pemerintah telah tegas menerbitkan aturan ketat terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU harus menggunakan barcode, namun kenyataan di lapangan cukup berbeda.

Seperti terlihat di SPBU 14.2021.22 Jalan Pancing 1 Martubung, Minggu (7/7/2024) dengan mudahnya mobil yang diduga di modifikasi oknum mafia keluar masuk membeli BBM jenis solar subsidi.

Praktik mulusnya pembelian BBM subsidi ini ditengarai adanya kerjasama antara pengelola dengan oknum mafia yang terkesan luput dari pengawasan pihak pertamina.

Dari penelusuran media ini, SPBU 14.20211.22 Martubung yang berlokasi di Jl. Pancing 1, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan dijadikan transit BBM subsidi ke mobil pribadi oknum mafia yang sudah di monifikasi.

Pasalnya, di hari yang sama sekira pukul 10.56 WIB, terlihat mobil kijang kapsul warna silver dengan nomor polisi BK 1501 NP serta mobil Isuzu Panther turing warna Biru tua yang di duga telah di modifikasi sehingga bisa mengisi BBM hingga 1 ton.

Dari informasi yang berkembang, setiap pengisian BBM dari SPBU tersebut, oknum mafia dan pihak Menejer serta petugas Nozel diduga telah menjalin kesepakatan.

Atas kesepakatan kedua pihak, Menejer SPBU Sulastri dapat menaikan harga BBM subsidi dan menerima keuntungan yang disebut “uang Cor”.

Kementerian ESDM dalam aturan baru BBM subsidi yang sudah diberlakukan mulai tahun 2023, mengacu pada revisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 191 tahun 2014, Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, dengan tujuan agar pemberian/pembelian BBM bersubsidi tepat sasaran dengan cara menerapkan dan mengharuskan penggunaan sistem Barcode kepada pemilik kendaraan yang tepat.

Namun sangat disayangkan, masih banyak mafia-mafia solar bersubsidi yang bermain untuk meraup keuntungan pribadi menjual kembali harga industri.

Pertamina sebagai perseroan yang ditunjuk oleh negara untuk mengurus migas, dari hulu hingga hilir, untuk memenuhi keperluan masyarakat, juga perlu bersikap tegas dan memberikan sanksi, terhadap SPBU yang terbukti melakukan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi.

Jika tidak, maka tidak menuntut kemungkinan semakin banyak oknum SPBU berani bermain, menyalahgunakan penyaluran BBM subsidi, demi mendapatkan keuntungan lebih.

Dengan cara memberikan sanksi secara langsung berupa penghentian pasokan hingga ke tahap penutupan SPBU, Bahkan meminta kepada masyarakat ikut mengawasinya atau melaporkan ke Aparat Penegak Hukum apabila mendapati penyelewengan tersebut.

Terkait dugaan kecurangan pihak SPBU 14.20211.22, salah seorang warga lingkungan IV Kel.Besar Kec.Medan Labuhan saat dimintai tanggapannya membenarkan bahwa mobil yang bolak balik ke SPBU membeli solar milik seseorang berinisial M dan sudah berlangganan.

” Kalau kulihat ada gantian mobil yang bolak-balik ngisi, ada mobil Panther turing warna Biru tua , Mobil kijang kapsul warna silver,” tutur warga yang enggan disebut jati dirinya.

Sementara, Penggelola SPBU 14.20211.22 Johan saat dikonfirmasi melalui nomor whatsapp terkait hal tersebut, hingga berita ini dikirim ke meja redaksi belum memberikan keterangan resmi. (usman)

 

 

  • Editor : N gulo

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *